Bismillahirahmanirahim

Semoga Ilmu yang dibagi dan pengetahuan yang diajarkan dapat menambah dan mempertebal keimanan dan Ketaqwaan kita kepada Allah SWT.
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Sosial. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Februari 2017

Perilaku Berbahasa Perkembangan Karakter dan Akhlakul karimah


 

Soleh Amini Yahman

soleh.amini@ums.ac.id

solehaminiyahman@yahoo.co.id

Pembentukan dan pengembangan karakter seseorang  dilakukan dalam proses yang panjang, dimulai semenjak seseorang dilahirkan, bahkan ketika calon manusia masih berada di dalam kandungan. Banyak factor yang mempengaruhi proses tumbuh kembang karakter dan atau perilaku seseorang . salah satu diantara factor yang dominan dalam hal tersebut adalah factor bahasa dan pembiasaan berbahasa.

Apakah karakter itu ? karakter merupakan sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain; tabiat; watak. Dengan demikian, karakter (watak; tabiat) dapat dipahami sebagai sikap, tingkah laku, dan perbuatan baik atau buruk yang berhubungan dengan norma social dan kebudayaan. Oleh karena itu, erat kaitan antara karakter,  interaksi social, dan tranformasi budaya serta nilai nilai social (termasuk di dalamnya nilai-nilai dan ajaran moral keagamaan

Selasa, 18 Juni 2013

PENDIDIKAN KARAKTER DAN REKAYASA PSIKOLOGIS SISWA SMK/STM


Drs. Soleh Amini Yahman.MSi. Psikolog

solehamini.blogspot.com
@sonyyahman

Pendahuluan
Sebagai negara yang sedang berkembang, Indonesia memerlukan sumberdaya manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai sebagai pendukung utama dalam porses pembangunan. Untuk memenuhi sumberdaya manusia tersebut, pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Hal tersebut sejalan dengan kandungan  UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3, yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab

Selasa, 11 Oktober 2011

MENTAL PEMBELAJAR SANTRI PONDOK PESANTREN

(diskusi psikologi
tentang manajemen belajar bagi santri di pondok pesantren)

Drs. Soleh Amini Yahman.Msi. Psi
Pondok pesantren sebagai Institusi pendidikan di Indonesia memiliki kekhususan yang tidak dimiliki oleh institusi pendidikan pada umumnya. Secara sosio akdemik Pondok pesantren dipandang sebagai institusi pendidikan khusus yang membawa misi khusus dan memiliki pola pengelolaan yang khusus pula.

Kamis, 31 Maret 2011

PENDIDIKAN KARAKTER dan HARDIKNAS

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei tahun ini mengambil tema “Pendidikan Karakter untuk Membangun Keberadaban Bangsa”. Sebuah tema strategis yang memang amat kontekstual dengan situasi kekinian yang dinilai makin abai terhadap persoalan-persoalan akhlak dan budi pekerti. Degradasi moral dan involusi budaya telah menjadi fenomena rutin yang makin menenggelamkan kemuliaan dan martabat bangsa. Perilaku kekerasan, vandalisme, korupsi, dan berbagai perilaku tidak jujur lainnya telah menjadi sebuah kelatahan kolektif. Untuk mendapatkan harta, pangkat, jabatan, dan kedudukan tak jarang ditempuh dengan cara-cara curang ala Machiavelli, bahkan jika perlu menggunakan ilmu permalingan dan berselingkuh dengan dunia klenik dan mistik. Tak ayal lagi, negeri ini tak lebih dari sebuah pentas kolosal yang menyuguhkan repertoar tragis, pilu, dan menyesakkan dada. Dalam situasi demikian, bangsa dan negeri yang besar ini perlu diingatkan kembali pada nilai-nilai genuine yang secara historis telah membuat kesejatian diri bangsa menjadi lebih terhormat dan bermartabat. Tanpa bermaksud untuk tenggelam ke dalam romantisme masa silam, yang jelas bangsa kita perlu belajar pada nilai-nilai kearifan lokal masa silam