Bismillahirahmanirahim

Semoga Ilmu yang dibagi dan pengetahuan yang diajarkan dapat menambah dan mempertebal keimanan dan Ketaqwaan kita kepada Allah SWT.
Tampilkan postingan dengan label KE-MUHAMMADIYAHAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KE-MUHAMMADIYAHAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 April 2011

MEMBACA PETA POLITIK MUHAMMADIYAH


Soleh Amini Yahman
Waka Lembaga Pustaka Seni dan Budaya PDM Solo
Dosen Fakultas Psikologi UMS

Dalam konstelasi politik di Indonesia, Muhammadiyah sebagai organisasi sosial keagamaan dengan jumlah anggota tidak kurang dari 40 juta jiwa, merupakan potensi yang sangat luar biasa dalam dinamika kehidupan partai partai politik di Indonesia. Tidak mengherankan jika akhirnya banyak tokoh-tokoh dari berbagai partai politik yang mencoba merapat dan berusaha menggandeng Muhammadiyah agar memberikan dukungan demi eksistensi partainya. Bahkan ada partai politik yang mengklaim dirinya sebagai partainya wong Muhammadiyah.

Kamis, 31 Maret 2011

MENEGUHKAN KEMBALI IDIOLOGI MUHAMMADIYAH

Soleh Amini Yahman

Menjelang satu abad usia persyarikatan Muhammadiyah pada akhir abad ke dua puluh, perkembangan dan pertumbuhan Muhammadiyah sebagai sebuah organisasi massa keagaamaan Islam dirasakan semakin tumbuh membesar dengan berbagai amal usaha dan gerakan dakwah yang semakin meraksasa. Namun demikian pertumbuhan dan perkembangan tersebut masih sebatas pada bilangan kuantitatif, sedangkan secara kualitatif idiologis justru dirasakan semakin mengalami degradasi idiologis sehingga Muhammadiyah hanya tampak besar di luar tetapi kurus dan kering di dalamnya. Dalam perspektif konstruksi organisasi, kondisi yang demikian sangat membahayakan ketahanan bangunan persyarikatan. Menurut Dr. Haedar Nashir. MSi, kondisi yang demikian ini terbentuk dalam kehidupan organisasi Muhammdiyah karena banyak ‘penumpang gelap’ yang menumpang di dalam kereta besar yang bernama Muhammadiyah. Dengan kata lain banyak perilaku warga Muhammadiyah yang sekedar menjadikan Muhammadiyah sebagai “berumah di dalam rumah besar Muhammadiyah”, artinya Muhammadiyah hanya dijadikan sebagai tempat bermalam pada malam hari dan ditingglakan pada siang harinya untuk beraktivitas dan berkiprah di tempat lain.

MUHAMMADIYAH BUKAN KENDARAAN POLITIK

Soleh Amini Yahman
Dalam konstelasi politik di Indonesia, Muhammadiyah adalah merupakan potensi yang sangat luar biasa dalam memerah-putihkan kehidupan partai-partai politik. Maka tidak mengherankan jika akhirnya banyak tokoh-tokoh partai politik yang merayu, mendekat dan berusaha menggandeng Muhammadiyah agar mendukung eksistensi partainya.Bahkan ada partai politik yang mengklaim dirinya sebagai partainya wong Muhammadiyah. Godaan dan gemerlapnya kehidupan politik praktis memang sempat sedikit merangsang syahwat politik beberapa tokoh Muhammadiyah. Tapi pimpinan pusat Muhammadiyah dengan tegas meneguhkan jati diri Muhammadiyah sebagai organisasi non partai. Muhammadiyah tetap istiqomah sebagai organisasi sosial kemasyarakat islam yang bergerak pada bidang dakwah amar makruf nahi munkar. Muhammadiyah benar benar menjaga jarak dengan partai politik manapun. Laporan yang ditulis oleh Sugiharko dan Sonny Yahman ini merupakan catatan atas pidato KH. Muhammad Muqodas dari pimpinan pusat Muhammadiyah di berbagai kesempatan.